Friday, December 26, 2008

UDAH BISA...


Dulu sebelum pindah ke KL, mama rajin mencatat perkembangan Kira-Ziya. Sekarang masih rajin juga sih, tapi nggak sedetail dulu pakai tanggal-bulan-nya lengkap (nggak sempaaat.. soalnya banyak yang mau dicatat dan tiap kali mencatat Kira-Ziya pasti pingin ikut mencatat atau tiap bentar tanya, "mama lagi ngapain? nulis apa? buat apa? Kila-Ziya boleh ikut nulis gak? kenapa? lho, kok mama bengong? emang banyak yang mau ditulis ya? kok mama nulisnya di kertas kecil begitu? buku mama mana?" dsb,.. akhirnya mama nggak bisa ngapa-ngapain soalnya setiap pulpen atau pensil yang dipegang langsung disambar dan pindah tangan!)

Nah, berhubung kemarin ini para bidadari ultah yang ke-3, ada beberapa hal yang ingin mama catat. Biar suatu saat kalau Kira-Ziya udah bisa baca, tahu apa perkembangannya di tahun ini.

Yang tergress, menjelang ultah yang ke-3 November kemarin, Kira-Ziya sudah hafal Surat pendek Al-Qur'an: Al-Ikhlas, An-Naas, Al- Fathihah, dan sampai hari ini baru sebagian hafal Al-Falaq.

Awalnya mama ajak para bidadari membaca doa sebelum tidur yang sudah lebih dulu dihafal setiap hari dua kali. Sebelum tidur siang & sebelum tidur malam. Kemudian satu surat mama coba dampingkan, mama minta Kira-Ziya mendengar saja dan mengucapkannya dalam hati. Mama kaget begitu satu minggu kemudian Kira-Ziya tau-tau ikut membacanya bersama mama sebelum tidur dengan lengkap! Minggu berikutnya mama tambah satu surat lagi, dan seterusnya, Alhamdulillah lancar.. ;-)

Lalu, libur ke Singapore dua minggu kemarin adalah untuk pertamakalinya Kira-Ziya bepergian jauh naik pesawat tanpa diapers. Kalau ke mana-mana selama ini sih udah nggak pakai diapers sejak beberapa bulan sebelum ini, tapi untuk naik pesawat belum pernah. So, sejak beberapa bulan kemarin, budget diapers bisa dialokasikan untuk lebih banyak membeli majalah dan buku Kira-Ziya! Asik kaaannn...

Soal magic words (itu lho, kata 'maaf', 'terimakasih', 'tolong'), insyaallah udah dipahami dan bisa dipraktekkan dengan baik terutama kalau lagi mood.

Soal melukis & menggambar, udah lebih berbentuk dan udah bisa mewarnai di dalam area gambar.

Huruf hijaiyah dan A-B-C udah hafal sambil nyanyi. Tapi membaca-nya dalam bentuk kata yang masih dalam proses belajar. Inisial nama sendiri aja yang udah bisa dibaca dan ditulis di mana-mana.

Tiap hari mama dan papa dibanjiri pertanyaan-pertanyaan ajaib ini-itu, celetukan lucu dan spontan, bahkan nasehat!

"Mama...lagi motong sayul ya? Hati-hati lho pegang pisaunya, nanti luka!"

"Kenapa Mama bilang nggak ngerti buku Tintin? Coba deh mama baca tiap hali, lama-lama nanti juga bisa sendili! Kila juga gitu dulu!"

"Mama! Kan Ziya udah bilang, kalau pintu kulkas dibuka lama-lama sayul di dalamnya bisa besi!(ini maksudnya 'basi')

"Eh? Mama kok tadi ngomongnya kelas-kelas? Mama malah yaaaa? Ziya sedih kalau mama ngomong kelas-kelas.."

"Ma, tunggu doong,.mama sabal (sabar) dooongg..Ziya kan belum selesai baca bukunya,..abis ini nanti Ziya balu mandi.."

Dan kalimat favorit mama yang selalu bikin hati sejuk adalah,
"Ma... hali ini mama belum senyum..."
Biasanya ini disampaikan Ziya kalau mama sedang sibuk banget di tempat cuci piring, atau pas mata mama dirasa Ziya mulai melotot melihat ada hal salah yang dilakukan para bidadari barusan atau mama lagi kelihatan sedikit cuek karena ribet beres-beres rumah yang kayak kapal pecah. Mama pasti berhenti saat itu, menatap mata Ziya dan tersenyum. Ziya akan membalas senyum mama dan kita berpelukan. Kalau mama nggak senyum, Ziya nggak akan pergi dari sisi mama dan akan terus menatap mama.

Juga kalimat ini,
"Ma.. Kila pingin dipeluk.."
Maka mama akan berhenti, menatap mata Kira dan kita berpelukan.

Momen ini akan berlaku sebaliknya. Kalau mama merasa Kira-Ziya sedang kesal, sedang marah sama mama karena habis ditegur dan kelihatan ngambek, mama akan menyatakan hal yang sama dan minta mereka tersenyum atau memeluk mama. So far selalu berhasil melelehkan lagi hati para bidadari ;-)

Oh ya, kepedulian Kira-Ziya juga hal yang sangat manis menurut mama. Ketika papa sakit dan mama membawakan teh hangat, Kira bilang sama mama di dapur,
"Ma,..kalau sudah besal nanti, boleh nggak Kila yang buatkan teh buat papa bial papa sehat lagi?"

Ketika mama sangat sibuk di dapur dan kelihatan lelah, sambil makan kemudian Kira dan Ziya akan bergantian bilang,
"Telima kasih mama, sudah masak sayul sup buat Kila-Ziya, masakan mama enaaakkk sekali!" atau, "Ma, kalau sudah besal dan sudah boleh hidupkan kompol, boleh nggak Kila yang masak buat mama dan papa? Bial mama nggak capek lagi,.."

Nggak jarang bikin mama dan papa tersenyum dan bersyukur ketika Kira sering bilang,
"Kalau sudah besal nanti dan mama papa udah tua, Kila dan Ziya yang akan masak dan bekelja buat mama dan papa.."

Subhanallah, Alhamdulillah, mama dan papa bangga juga bahagia, 'sayang! Semoga Kira-Ziya tumbuh menjadi anak yang sholihah, berguna bagi nusa-bangsa-agama dan senantiasa memberi cahaya bagi sekitar ya.. amiin.

1 comment:

unil said...

amiiin....:) uiiiii.....jadi terharu mimi bacanya...
hehehe semoga jadi anak yang shalihah ya KiraZiya sayang...:)