Saturday, May 31, 2008

FATHER'S UNIQUE WAY OF CARING


Setiap hari saat yang ditunggu-tunggu oleh para bidadari adalah ketika papa pulang dari kantor. Kadang belum sempat masuk foyer rumah, belum sempat buka sepatu, belum sempat meletakkan tas ransel, belum sempat meletakkan belanjaan titipan mama, belum sempat ganti baju, belum sempat meluruskan punggung dan kaki, belum sempat mendaratkan ciuman dan pelukan buat kita serumah, bahkan belum sempat masuk rumah alias baru terdengar ketukannya saja, Kira-Ziya sudah berlarian menubruk pintu sambil teriak-teriak, "Papa datang! Papa datang! Papa dataaaanggggg!!!". Papa yang ditunggu-tunggu seharian juga nggak pernah keberatan mendahulukan sambutan para bidadari yang biasanya langsung menarik-narik, mendorong dan nggak sabar minta papa segera main bersama mereka.

Membiarkan para bidadari menghabiskan waktu bersama papa kadang bikin mama surprise sendiri karena pola asuh seorang ayah ternyata sedikit berbeda dari pola asuh seorang ibu. Namun perbedaan ini justru menurut mama saling melengkapi dan menyeimbangkan satu sama lain. Intinya, lain seru dan asiknya main sama mama, lain pula asik dan serunya main sama papa. Eh, yang mama maksud bukan soal menyatakan sesuatu atau pendapat di hadapan Kira-Ziya lho, tapi pola asuh sehari-hari. Kalau soal pendapat mah mama dan papa udah sepakat sejak awal akan satu kata di depan para bidadari, alias apa yang mama sampaikan artinya juga demikian yang akan papa sampaikan, begitu pula sebaliknya. Jadi nggak ada istilah mama bilang 'tidak' terus lari ke papa karena kemungkinan papa bisa dirayu untuk bilang 'iya' hehehe. Soal yang satu ini mama dan papa udah sepakat untuk solid deh. Jadi Kira-Ziya nggak perlu bingung karena kalau papa bilang 'ya' artinya mama pasti juga akan jawab 'ya' kalau ditanya. Soal diskusi dibalik kesepakatan itu apakah bener-bener iya atau tidak akan jadi rahasia berdua mama dan papa, yang jelas di depan Kira-Ziya mama dan papa kompak donggg....:-)

Kayaknya mama udah sering cerita soal gimana serunya bermain dan belajar sama papa ya. Kadang bikin mama geleng-geleng kepala. Kadang bikin mama senyu haru. Kadang bikin mama terpingkal-pingkal sampai sakit perut karena kegelian sendiri mengingatnya. Kadang bikin mama terkagum-kagum karena mama aja nggak kepikiran sedemikian eh papa malah punya cara tersendiri yang matap dan keren banget dan langsung mak nyusss untuk dipahami dan diterapkan Kira-Ziya saat itu juga.

Saking banyaknya yang bisa diceritain, mama sampai lupa dan nggak tau harus mulai dari mana. Ini ada beberapa yang lucu, menggelitik, bikin geleng-geleng dan sempat mama ingat:

1
Inget kan ya, cerita ketika Kira-Ziya nggak mau mandi dan papa punya ide mengecat dinding kamar mandi dengan cat air? Nah, kali ini masih soal mandi lagi...

Kira nggak mau mandi sore sepulang dari jalan-jalan tadi.
"Kira, mandi yuk! Nih, Ziya udah nyemplung ke ember..", seru mama dari dalam kamar mandi.
"Nggak mau. Kila mau bobo aja."
"Kalau nggak mandi nanti gatel-gatel lho, kan tadi seharian kita jalan-jalan dan main, mungkin aja ada kuman dan bakteri yang nempel kan? Ingat nggak cerita di buku, 'Kenapa Aku Harus Mandi' itu? Kalau sudah mandi, badan kita bersih dan wangi, jadi bobonya bisa lebih nyaman dan nyenyak kan.."
"Kila mau pipis tapi nggak mau mandi."
"Lho, kok gitu,.."
"Nggak. Nggak mau mandi."

Melihat mama mulai menyerah dan hampir melotot, papa yang sebelumnya sedang menemani Kira baca-baca buku kemudian ambil alih membujuk,

"Yuk sama papa mandinya.."
"Kila nggak mau mandi!"
"Maksud papa memang nggak mandi..."

Kira menoleh ke arah papa yang kemudian melanjutkan,
"Hanya nyemplung aja kok."
"...tapi Kila nggak mau mandi!", Kira tetap pada pendiriannya tapi mulai tergerak ke kamar mandi
"Iya, maksudnya nggak mandi.. tapi cuma main-main air dalam ember aja kayak Ziya gitu kan...?Nih begini nih...hehehe", papa menyiprat-nyipratkan air dalam ember dan membuat Ziya yang udah duluan nyemplung jadi tambah ceria dan Kira mulai tertarik.

Akhirnya Kira memang mandi. Meski kronologisnya bukan sabunan dulu baru dibasuh dengan air, melainkan nyemplung dulu baru sabunan dan lantas nyemplung lagi. Hehehehe...apa mama bilang, papa kita memang jenius!


2Ziya yang habis pipis nggak mau pakai celana dan beranjak dari dapur mama (dapur sepertinya selalu jadi tempat menarik buat para bidadari terutama setiap kali habis ke pasar, karena artinya lantai akan mama penuhi dengan koran dan berbagai sayur-mayur yang hendak disiangi. Nah, peluang buat direcokin para bidadari kan...hehehe).

"Papa sayangkuww....! Minta tolong handle Ziya ya, mama lagi motong ayam nih, tangan mama belepotan..", Mama memanggil papa yang sedang main sama Kira di kamar.

Ziya yang didatangi papa malah ngajak bercanda dan kejar-kejaran, tetap nggak mau pakai celana meski dibujuk-bujuk.
"Ziya, jangan bercanda dong...", ujar papa.
Ziya tetap tidak bergeming. Malah loncat-loncat di dapur.
Papa mulai gemas dan cari akal lantas tahu-tahu bilang,
"Hayo, pilih mana, mau pakai celana atau pakai daun?!"
Gubraaakkk!! Oalaaa.. Daun? Kayak jaman purba yak..pasti papa terinspirasi sama kangkung yang ada di dapur mama nih,
Kontan Ziya dengan lantang menjawab sambil cengengesan dan tertawa menunjuk-nunjuk kangkung,
"Dauuuuuuuunnnnnnnn!!! Hahahahaha,.. dauuuuunnnn!"

Ziya aja geli dengernya apalagi mama! Sampai tuh ayam selesai dipotong dan masuk kulkas, bahkan sampai lagi nulis blog ini, mama masih bisa cekikikan sendiri ngingetnya. Lha, gimana enggak coba...denger pertanyaan papa mama udah bisa nebak apa jawaban Ziya. Jelas pasti njawab 'daun', kenapa? Karena lebih menarik dan nggak biasa ajaa... huehehehehe...

Nggak cuma Ziya dan mama yang kegelian, papa akhirnya jadi ikut cekikikan sambil menggendong Ziya ke kamar, surprise sendiri sama spontanitasnya yang keatif. Akhirnya Ziya mau pakai celana karena perhatiannya teralihkan.


3
"Kira, jangan naik-naik bangku begitu! Nanti jatuh. Kalau Kira-Ziya sakit kan papa dan mama jadi sedih...", papa melarang Kira sambil sesekali konsentrasi dengan layar monitor.

Kira masih memanjat-manjat bangku.
"Kiraa.... hayo, nggak denger kata papa?", papa kembali mengalihkan perhatian ke layar monitor dan Kira kembali berlompatan.
"Kira...papa sudah mengingatkan lho ya...", papa hampir menyerah. Beberapa saat kemudian,
"Maa... ", papa memanggil lirih.
"Iyaa...", mama menjawab lirih sambil menyendokkan sayur ke mulut.
"Kira tuh,..."
"Iya kenapa Kira..", mama masih asik dengan sayur di piring
"Ya itu,.. masih lompat-lompat aja.."
"Lha... terus..."
"Ya bilangin dong,.."
"Kan tapi udah papa bilangin...",
"Iya ..." papa mulai cemberut

"Kiraa... katanya nggak mau bikin mama dan papa sedih.. inget nggak kemarin bilang begitu? Kira lupa ya...!?", mama mulai mengambil alih sambil menoleh ke arah Kira. Kira menatap mama.
Mama nggak melotot tapi menatap Kira dengan dalam. Entah kenapa mama punya feeling dan yakin bahwa Kira-Ziya selalu tahu jika mama nggak setuju dengan apa yang dilakukannya meskipun nggak langsung marah.
"Inget ma...", dan Kira turun dari bangku kemudian main kembali bersama Ziya.
Hehehehe... kalau udah nyerah papa mulai deh balikin lagi ke mama. Kenapa nggak to the point aja tadi minta mama segera tegas dan melotot ke Kira...:-)


4
Suatu hari mama melihat meja dapur sedikit rame. Ada belepotan mentega, serakan meses. coklat dan beberapa potong kulit pinggir roti.
Ketika memperhatikan papa bolak-balik ke dapur-ruang tamu-dapur-ruang tamu sampai akhirnya kulit-kulit roti itu habis dan terdengar teriakan Kira-Ziya,
"Mau lagiiiiiiii!"
"Habis sayang, besok insyaallah kita beli lagi ya rotinya...", kata papa
Baru mama ngerti.
Papa berhasil menyulap pinggiran kulit roti menjadi snek asik yang ternyata dinikmati Kira-Ziya sampai ludes. Pinggir-pinggiran roti yang biasanya selalu disisihkan itu diolesi mentega dan dicelupkan ke meses ceres warna-warni (yang waktu itu dibawakan Oma ketika ke KL secara di sini nggak ada meses ceres tuh). Jadi kayak permen. Lucu dan menarik dinikmati.

Padahal biasanya mama nggak pikir panjang selain menyulap pinggiran-pinggiran roti itu menjadi bread crumb pembungkus risoles setelah digongseng tanpa minyak di atas panci teflon dan api sangat kecil lalu diblender. Hehehehe... Papa punya solusi lebih baik ternyata...

5
Suatu sore di minggu ke dua bulan November tahun lepas, seperti biasa mama mencuci piring. Tiba-tiba ada suara mengejutkan di belakang mama,
"Ma...!" Kira berdiri sambil membentangkan tangannya
"Iya sayang?"
"Eh..."
"??"
Kira ngggak jadi ngomong malah lari ke kamar. Lalu balik lagi,
"Ma!"
"Iya, kenapa Kira?"
"Ai.. lup yu!", Kira nyengir sambil menggaruk-garuk kepalanya

Ha? Mama nggak salah denger ya? Maksudnya 'I love you'?
Belum sempat reda dari kejutan itu, Kira sudah ngacir lagi ke kamar, gantian Ziya yang lari ke dapur memanggil mama,
"Ma...!"
"Iya sayang?"
"Ai ... ai...lop yuu!" Ziya tersenyum, sepertinya hepi berhasil menyebut kalimat itu meski terbata.
Ouuchhh... Kira Ziya bilang I love you?! Wow...!! Mama sempat bengong beberapa saat mencerna yang baru didengar. Jadi gini nih rasanya kalau ananda tercinta mengucapkan the magic words itu!? Dulu temen mama ada yang pernah cerita gimana dia begitu terharu ketika anaknya menyampaikan kalimat I Love You. Saat itu mama belum menikah sama papa. Dan mama berharap suatu saat akan mengalaminya juga. Dan hari itu.. dahsyat euy..Bener juga.Ternyata ada yang nyaingin kemerduan suara papa kalau bilang "luv you so much, dear.."! ;-) Wow!

Meskipun kata I Love You sering mama sampaikan ke Kira-Ziya sejak masih diperut sampai sekarang, baru kali itu mama mendengarnya diucapkan secara mengejutkan oleh bibir mungil para bidadari tercinta yang masih belum fasih betul pengucapannya, di saat yang nggak mama duga pula.

Duh, terharunyaaa...Langsung mama berlutut memeluk Ziya dan Kira yang saat itu berhamburan juga ke pelukan mama. Subhanallah... Seluruh pegel selama nyuci piring dan beres-beres seharian tiba-tiba terbang entah ke mana. Sampai malam udah aja terngiang-ngiang terus nggak hanya di telinga tapi juga di kepala dan hati mama!

Hehehe by the way, siapa yang menyarankan Kira-Ziya mengejutkan mama dengan kata-kata itu ya? Kelihatannya tadi mereka bolak-balik ke kamar untuk nanya dan menghafal kalimat yang benar deh..

Ketika masuk kamar masih dengan celemek di pinggang dan menyampaikan apa yang baru saja terjadi, mama lihat papa senyum-senyum dikulum hehehe. I love you all! Anyway, setelah hari itu, baru 6 bulan kemudian, terpatnya beberapa hari kemarin lagi mama denger Kira-Ziya tiba-tiba mengucapkannya lagi. Kali ini dengan lebih jelas karena sudah lebih besar dan kelihatannya dengan inisiatif sendiri ketika sedang bermain bersama mama. Ouuuuccchhh...tetep aja mama merasa dapat kejutan.. berjuta-juta deh senengnya...:-)



1 comment:

unil said...

I love you sis................:)

hehehehehe.....
kangen deh ketemu KiraZiya yang udah lantang banget ngomongnya hehehehe