Thursday, April 24, 2008

DOMPET PLASTIK


Dulu mama akan berpikir berkali-kali untuk menyimpan barang yang sudah tak terpakai sehingga memenuhi gudang dan kamar tanpa tahu untuk apa. Waktu itu rasanya akan menuh-menuhin ruang dan rak dapur aja. Tapi sejak memiliki para bidadari, semua berubah. Apalagi sejak Kira-Ziya mulai besar dan mulai punya rasa ingin tahu untuk mengeksplor apa saja. Mungkin dulu ilmu mama memang belum cukup ya hehehe, sekarang sih masih juga belum cukup, masih terus harus belajar, tapi cara pandang dan pola pikir mama mulai berubah. Bagi mama sekarang apa saja di sekitar kita bisa dijadikan bahan untuk belajar. Apa yang terlihat tidak terpakai lagi ternyata bisa berguna setelah didaur ulang. Duh, telat banget nggak sih mama...:-).
Intinya, menurut mama sekitar kita adalah sekolah, yang bisa diambil ilmu dan hikmahnya selama kita ingin berusaha dan bersedia mengobservasinya, mendayagunakannya, menjadikannya sesuatu yang bermanfaat, kalau bisa malah menjadikannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Kalau udah gini, nggak perlu khawatir akan kekurangan sarana bermain ya. Berusaha membuka hati, pikiran dan berinteraksi dengan keseharian Kira-Ziya ternyata melahirkan begitu banyak inspirasi. Subhanallah...

Ok, kali ini mama merasa sayang membuang bungkus bekas pembungkus lem. Lucu juga kali ya kalau dijadikan dompet kecil tempak Kira-Ziya menyimpan potongan-potongan kertas (yang sering disebut 'karcis'/ 'tiket'/ 'passport'/ 'uang-uang'-an kalau sedang bermain bersama).

Tapi kita nggak punya tali. Ada juga benang biasa, tapi itu terlalu tipis dan mudah putus kalau ingat gimana serunya Kira-Ziya bermain selama ini. Mama perlu sesuatu yang lebih tahan banting nih. Setelah membongkar sedikit perlengkapan pertukangan papa, mama ketemu beberapa utas tali rafia. Satu tali mungkin cukup kuat, tapi perlu dipermanis kelihatannya. Jadi mama buat tali dompet itu dari 3 utas tali rafia yang dijalin kepang. Niat banget nggak sih,..? Hehehe... kalau lagi ngerjain prakarya gini, jujur mama jadi sering bernostalgia dengna masa kecil mama. Dulu sering banget di rumah bikin rakarya berdua mimi Nila. Soalnya kami memang nggak punya cukup biaya untuk mainan bagus-bagus dan keren yang dijual di toko-toko kala itu. Selain itu, Oma memang jagonya soal bikin kreatifitas apa saja, jadi mama dan mimi memang lebih tertarik main gunting, lem, dan sebagainya di rumah. Apa yang dihasilkan tentu saja menurut mama waktu itu lebih ok daripada yang ada di toko-toko karena merupakan hasil karya sendiri dan unik, jadi teman-teman nggak ada yang nyamain. So, setiap kali bermain dan berkarya dengan Kira-Ziya mama merasa asik dan enjoy banget...apalagi kalau lihat mata para bidadari bersinar-sinar dan penasaran tentang apa hal yang bisa mereka bantu dalam proses pembuatannya. Mama seneng banget lihat mata-mata bulat yang bercahaya itu lho, jadi tambah semangat!

Anyway, plastik pembungkus lem itu mama potong dua, bagian yang terbuka dibuat menyerupai tutup amplop. Kemudian sisi kiri-kananya mama bolongi untuk memitakan tali rafia tadi. Jadilah dompet mungil para bidadari. Untuk membedakan kepemilikan, masing-masing boleh menempelkan stiker apa saja sesuai keinginan.

"Ma... Kila ke pasal dulu ya!"
"Ke pasar? Sendiri aja nih,..? Mama kok nggak diajak?"
"Mama kan lagi masak di dapul!"
"Oo iya ya,.."
"Mama mau dibeliin bawang ya?"
"Iya! buat Kira mama titip bawang putih ya. Buat Ziya kalau ke pasar mama titip sayur sawi!"
"Ok,..tapi Kila mau foto mama dulu. Klik! Bye, ma,..Kila pelgi dulu ya..."
"Sudah bawa pasport dan payung? Siapa tahu hujan,..."
"Udah!"
"Jangan lupa beli karcisnya untuk naik LRT ya! Hati-hati di jalan, Sayang..."
" Iya..."

Kira-Ziya lantas masuk kamar (stasiun, katanya), menuju deretan bantal (LRT, katanya) yang baru saja mama susun di atas tempat tidur dan pergi (gitu ceritanya) ke pasar Dato Keramat. Hehehehe...
Nggak berapa lama para bidadari udah main di kamar bermain lagi yang berseberangan dengan dapur mama.
"Ziya ngapain naik dengklek gitu? Nyari apa di lemari?"
"Ziya kan lagi nyapu, 'Ma!"
"Lho, yang disapu kok lemari, 'Nak? Sampai ke dalam-dalamnya segala..."
"Iya, lemarinya banyak debu nih. Tuh, Ziya maksudanya bantu mama bersihkan sekalian baju-bajunya.."
"Oo,.. gitu ya,.. makasih ya, Sayang... udah bantu mama hehehe..."
"Lha, Kira ngapain di balik Gorden gitu?"
"Kan lagi foto-foto kayak mama!"






No comments: