Saturday, October 24, 2009

KITA PULANG, 'NAK!



Di bawah ini, adalah tulisan papa di hari keberangkatan kita meninggalkan Kuala Lumpur, Malaysia, menuju tanah air tercinta, Indonesia.


Banyak kenangan selama 2 tahun terakhir berada di negeri jiran, meski kita tidak selalu aktif berkegiatan. Banyak saudara, teman dan sahabat kita di sini. Banyak kebaikan dan kehangatan dari orang-orang di sekitar kita selama ini. Alhamdulillah.


Seperti kata papa, 'nak, ke mana pun pergi, jangan cemas, sebab kita tahu ke mana kelak kita akan pulang. Ke dekat mana handai taulan, keluarga, teman dan sahabat berada. Ke tempat mana selalu kita layarkan doa, rindu dan cinta. Indonesia!


Jadi kembangkan senyummu, 'nak. Kita terbang ke Surabaya!


Semoga Allah memberi kesempatan kepada kita bertemu semuanya kembali di tanah air, atau entah di mana pun berada, dalam kebaikan, keindahan, berkah, rahmat dan hidayahNya selalu, amiin.



---------------------------------

SOLILOKUI: Pulang


kita pulang katamu, nak, dengan senyum paling cantik yang selalu kau lempar ke papa. setelahnya, sebelum senyummu habis, kita akan berkejaran di petak kecil rumah kita di sini, di kuala lumpur, dan berakhir hingga tawa yang lepas. waktu memang demikian cepat. waktu adalah pencuri paling ulung, kata mama suatu hari. waktu datang menelisik diam-diam, melenakan dan pergi disaat kita menyadari belum banyak arti yang kita buat.


ya, kita akan pulnag, nak. ke Indonesia? tanyamu dengan binar mata dan alis mengembang sementara bibir mungilmu mengurai manja. setelahnya, sebelum tanyamu habis, kita akan berlempar tawa dan cekikik kecil, memenuhi petak kecil rumah kita di sini. dan seperti biasa mama senyum-senyum kecil sendiri di dapur mendengar kita. sebab mama sedang meramu bumbu cinta untuk sarapan sederhana; - semangkuk tulus dan segelas ikhlas, kata mama dengan mantap.


mungkin engkau bertanya kenapa. demikian juga papa dan mama. mungkin engkau akan merindu teman-teman sekolahmu: antoinne, minha, adam, austin, jaja dan sederet nama yang dengan hapal kau sebutkan. teringat papa-mama, begitu semangatnya engkau di ramadhan lalu melepas weekend dengan teman-teman Indonesia di sini. tapi itulah hidup, nak. kita harus memilih, kita harus menghitung dan kita harus menerima. dan kita harus tetap bersyukur kepadaNya, nak. sebab kita diberiNya pilihan dan bisa memilih.


kita pulang katamu, nak. ya, kita pulang. tapi bukan ke kampung halaman kita di jakarta. di mana kita masih menanam rindu di sana. merindu petak kecil halaman rumah di sana. merindu waktu saat kita duduk di serambi menantang senja sembari menunggu bunga favorit mama berkembang. zephyranthus candida. itu bunga mama, teriak mama kepada kalian setiap kita menemukannya di tepi jalan; di klcc park, taman tasik perdana atau pun di sudut-sudut playground tempatmu bermain.


kita akan pulang ke Indonesia, nak. tanah air tercinta. dengan sederet harap. sampai kapan, kita tak pernah bisa tahu. tapi tak perlu risau, nak. ke mana pun kita mengangkat koper dan mengetuk pintu, ke sanalah kita akan selalu kembali. ke Indonesia. tanah air tercinta. agar burung garuda tumbuh besar di dadamu.


KL, 17 oct 2009
Triwibowo

1 comment:

unil said...

amiiiiin...:)

wah tulisan papa KiraZiya bagus banget! tops! :)

dimanapun KiraZiya pasti bisa menjadi anak-anak yang cerdas dan penuh kretifitas dnegan kasih sayang mama papa Kiraziya tercinta....:)

big hug form mimi!
^____^