Tuesday, February 10, 2009

PERKEMBANGAN POLA MAKAN BIDADARI KEMBAR MAMA-PAPA

Ok, di usia 3 tahun ini, mama bisa berlega hati karena perkembangan pola makan kira-ziya mulai asik hehehe.

Untuk karbohidrat, hampir semua olahan nasi goreng, lontong, mie, bihun, roti, maccaroni, spagetti, bisa masuk. Oh ya, favoritnya sekarang nambah: roti canai! ;-)

Untuk lauk pauk, peringkat teratas adalah udang, ikan dan bakso. Hampir semua olahannya pasti ludes baik itu goreng, tumis, kuah, salut tepung, panggang maupun kukus/pepes. Kemudian baru ayam dan daging.

Untuk sayuran, peringkat teratas masih sama seperti sebelum-sebelumnya juga, yaitu kangkung, kembang kol, toge, jamur, labu siam dan kol. Asiknya nih, sekarang tambah juga mulai suka brokoli dan wortel (meski wortel hampir tiap hari mama selipkan entah itu di bakwan jagung, telur dadar maupun campuran sayuran dengan di potong dadu maupun serut tipis-tipis, jadi sebenarnya hampir tiap hari mereka makan wortel meski nggak sadar hehehehe).

Untuk cemilan, juga masih seperti sebelumnya, yaitu somay, pempek, sukun goreng, popia/martabak dan segala penganan yang crispy kriuk-kriuk dan gurih (sama kayak hobi papa nih).

Untuk buah, peringkat teratas masih jeruk, pepaya, apel, mangga, anggur. Buah lain udah bisa selalu masuk aja.

Untuk susu, sejak usia di atas 1 tahunan mereka udah suka susu UHT plain. Lebih segar, praktis, nggak ada gula tambahan juga vitamin-vitamin tambahan yang belum tentu bisa diserap cepat oleh tubuh (apalagi DHA dsbnya mereka juga sampai 2 tahun udan dapat dari ASI dan mereka suka sayur+buah, jadi mama tenang aja nggak memberikan vitamin tambahan). Sesekali kalau minta dibuatin susu hangat coklat baru dibuatin. Susu UHT ini ada sekotak gede di kulkas, jadi tiap bentar mereka bisa buka kulkas sendiri dan sedikit-sedikit minum dengan gelas plastik favorit mereka (juga menuangkannya sendiri secukupnya lho,..soalnya udah mulai ngerti kalau berlebih bisa mubazir).

Di bawah ini mama masukkan foto2 dokumentasi pribadi alias olahan tangan mama sendiri selama sok sibuk di dapur jadi pendekar panci dan kuali hehehe.

Sekarang Kira-Ziya udah bisa bilang, "Ma.. Kila lapel nih,.. " atau "Ma.. Ziya pingin makan lagi pakai ikan goleng dan toge." Dan mama juga udah bisa tanya apakah hari itu para bidadari punya request tertentu, "Kila pinginnya besok mama masakin kangkung!" atau " Ziya pinginnya besok mama masakin toge tapi pakai jamul dan cauli flowel juga ya ma!". Request ini juga termasuk bertanya ke papa kita lho,..meski papa selalu jawab, "apa aja masakan mama enak aja buat papa!" Waaaaahhh hihihi,..jadi ge-er...

Nah, jadi makin nggak terbukti ya kekhawatiran bahwa anak ASI sering susah makan alias picky eater karena konon lidahnya udah biasa sama ASI aja!

Menurut mama ini tergantung bagaimana kita melakukan pendekatan aja. Berdasarkan pengalaman mama, ini beberapa tipsnya supaya ananda tercinta suka makan sayur khususnya (ini yang serign susah kan ya):

  • Tiap hari ada menu sayur di meja makan. Meski papa lagi tugas ke luar kota, mama akan selalu masak sayur buat kita bertiga (meski kadang males juga karena nggak ada yang nemenin makan hicks..). Soalnya ini adalah contoh yang juga selalu oma terapkan di rumah waktu mama kecil sampai sekarang. Meski Opa dinas di luar kota, tetap aja di rumah menunya lengkap, ada sayur dan lauk. Jadi mama dan mimi Nila terbiasa lihat sayur, lama-lama penasaran, nyendok sedikit, trus jadi terbiasa, eh baru kerasa enaknya di lidah.
  • Beri contoh. Contoh terbaik adalah dari orang tua yang setiap hari duduk makan bersama anak-anaknya. Meski papa kadang males makan sayur (hehehe,.. ketahuan kaaann...), tapi papa sekapat sama mama bahwa di atas meja kalau kita sedang bareng-bareng, papa akan makan sayur supaya Kira-Ziya terbiasa makan sayur. Jadi awalnya biasanya para bidadari akan penasaran dan mencomot sayur dari piring mama dan papa, atau iseng papa aja yang nawarin dengan sendok papa, lama-lama jadi suka juga dan di piring mereka menu sayur hampir selalu bisa habis.
  • Pendekatan yang bervariasi. Ada kalanya Kira-Ziya makan dengan menu terpisah alias nggak sepiring lengkap dengan nasi-sayur-lauk. Menu terpisah ini misalnya sayur duluan masing-masing satu mangkuk, biar mereka belajar nyendok sendiri, berantakan tapi asik karena mereka merasa dipercaya dan merasa udah gede kan? Misal sayur asem, biasanya mama memang beri sayurnya dulu masing-masing semangkuk, setelah habis, sejam kemudian baru deh nasi dan lauknya. Kadang lauknya aja mama biarkan mereka menggadonya tersendiri, seperti udah goreng, mereka enjoy buka kulitnya sampai makan dagingnya sendiri sambil tetap didampingi papa karena takut ketulangan, setelah udah banyak makan nih, baru mama siapkan nasi dan sayurnya. Dengan begini porsi yang masuk bisa lebih banyak lho! Jadi kalau keliatannya mereka agak nggak mood, mama akan pisahkan aja menunya masing-masing.

Tentu saja semua ini adalah proses ya. Jadi nggak ada tenggat waktu alias deadline kapan kudu suka makan ini dan itu. Namanya juga mengenal pelan-pelan, merasakan variasi makanan, lama2 jadi biasa dan suka. So, santai aja. Don't worry too much. Selama semuanya masuk seimbang dan bervariasi meski nggak banyak, udah lumayan kaan,..

Menurut mama memasak sama dengan main musik, awal-awalnya mungkin kita belajar sesuai prosedur biar benar, tapi setelah dijiwai dan diniatkan dengan hati hepi, kita nggak perlu lagi partitur untuk melagukan apa yang kita suka. So, awal2 ya belajar dikit lihat resep2 baru biar fresh dan semangat, abis itu ya pakai kreatifitas aja sesuaikan dengan apa yang ada di kulkas, bariasikan sesuka hati dan mood, mainkan lidah dengan feeling so good, dan abrakadabra! Ciptakan masakan yang yakin pasti enak ya pede aja lagi,..kan dibuat dengan cinta untk orang-orang tercinta,.. jadi yakinlah bumbu cinta itu yang paling yahud bikin hasilnya mantap! Hehehehe

Ok, biar tambah semangat, ini dia foto-fotonya hehehe... ayo majuuuuu teruuuusss, pantang mundur!

aneka nasi goreng,

lontong n the gank,

spageti keju,

ikan selar goreng,

udang goreng,

semur telur kentang,

telur-buncis bumbu kuning,

daging tumis kecap,

bakso bihun kuah,

sup ayam sayuran(wortel-kentang-kol-buncis),

cah ayam tepung lada hitam dan brokoli,

beefsteak sayuran,

pepes/kukus ayam jamur kancing,

ayam gireng kremes ala mama,

sayap ayam krispi,

sayap ayam asammanispedas,

tumis kembang kol kacang panjang,

cah kangkung,

capcay toge-brokoli-wortel-jamur,

gulai daun singkong teri,

tumis labu siam,

sayur asem,

tumis pokchoy jamur,

maccaroni schotel isi sayur-daging/ayam,

pastel tutup kentang sayuran (wortel,buncis, jamur),

puding roti-pisang,

pempek,

somay,

roti tawar salut telur-keju panggang,

bakwan jagung krispi,

martabak/popia telur,

5 comments:

Vidya said...

iya tuh... picky eater mah bawaan aja kayaknya, mo ASI mo enggak, kalo emang lagi picky ya picky aja. kalo lagi segala dimakan ya maruk aja :-)
Slurpy, slurpy, tp koq ga pernah dikirim ke sini tu makanan ya :D

alya_ghina said...

wah, tante Iin udh pinter masak nih skrg, ntar kalo kita main ke KL, masakin yang enak2 ya..

Miss you all much..! hiks..hiks..

unil said...

uaaaa....
"Ma.. mimi lapel nih,.. " hehehhe niru KiraZiya :P

laper euy liat makanannya...

Neni said...

aduuhh ngiler...nyam nyammm..
jadi terinspirasi nih yang biasanya males masak..

keluarga yap said...

hwaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh.......

rikues resep pempek dan siomay dunks...

dikirim yg udah jadinya ajah deh kesini... lebih baik ;D