Thursday, June 27, 2013

Bunga-Bunga Cantik Sepanjang Liburan




Masih ingat ya, dengan cerita mama tentang bunga-bunga cantik di sini

Nah, ini beberapa pohon dan bunga yang kita temui selama liburan kemarin. 

Menjumpainya ditimpa sinar matahari pagi dan sore, bikin Mama nggak berhenti memuji keindahan ciptaan-Nya. Subhanallah.

1. 
Ketika Papa kita ditugaskan ke Dallas beberapa bulan yang lalu, mama titip pesan, "Kalau sempat jalan-jalan di taman, tolong fotoin bunga-bunga cantiknya ya, Pa.." 

Ternyata menurut Papa, nggak banyak bunga yang mekar ketika itu. Hanya satu rumpun yang berhasil Papa foto, itu pun nggak terlalu jelas detailnya. 

Tapi Mama ingat bentuk dan warnanya.  

Jadi, ketika menemukan rumpun yang sama tumbuh liar di salah satu agro wisata di daerah Batu, Malang, Mama nggak melewatkannya. 

Namanya: Dietes bicolor
Nama lokalnya mama belum tahu.




2.
Sambil berjalan menyusuri kebun-kebun apel dan jeruk, Kira-Ziya menemukan bunga yang sering kita anggap dandelion, padahal sih bukan hehehe. Soalnya cara penyebarannya juga sama, terbang ketika ditiup angin. Jadilah kita berhenti dulu meniup bunga-bunga itu. Hmm, semoga suatu saat kita sempat juga ketemu dandelion yang terkenal itu ya, Nak!
Namanya: Emilia sonchifolia
Nama lokalnya mama belum tahu.




Wednesday, January 18, 2012

HARTA KARUN MASA KECIL MAMA



Sebelum masa liburan habis, Mama menyempatkan diri untuk membereskan kamar masa kecil Mama di rumah Oma dan Opa. Sebab Oma berencana menjadikan kamar itu sebagai perpustakaan keluarga sekaligus mushola.

Selalu excited membongkar kembali rak buku kayu yang bilah-bilahnya sudah melengkung saking penuh isinya. Sebagian lapisannya bahkan sudah mengelupas karena lapuk.

Kira, Ziya dan Papa membiarkan mama menghabiskan waktu seharian di kamar itu sambil mengenang banyak hal. Bukan apa-apa, debunya tebaaaalll sekali,..mama khawatir mereka bakal bersin-bersin tiap sebentar! Hehehe...

Mama siapkan perlengkapan tempurnya: serbet basah, serbet kering, kantung plastik sampah raksasa, 20 kardus bekas kemasan air mineral-minyak-gula dkk, koran bekas sebagai alasnya dan....tentu saja kamera dan hp untuk mengabadikan momen mengasyikkan itu!

Tahukah apa yang mama temukan?
HARTA KARUN! Yeaaahh!


Mama harap kelak bisa dinikmati juga oleh Kira dan Ziya!

Di bawah ini adalah sebagian kecil koleksi perangko Mama! Ketika SD dulu, di Ujung Pandang (sekarang namanya Makassar), Mama sangat suka mengoleksi perangko luar negeri, sementara Mimi Nila mengoleksi perangko dalam negeri.

Kalau bertemu dengan siapa saja yang punya amplop atau kartu pos luar negeri, Mama tidak akan ragu memohon agar dibolehkan menyobek sebagian amplop itu, lalu mama rendam dalam air hingga lepas lem antara amplop dan perangkonya, kemudian perangko yang sudah lepas itu mama tempel di pintu kamar. Ketika kering, tinggal ditarik saja dan masukkan ke album! Dari mana mama dapat trik itu? Tentu saja dari Opa! :-)



Harta karun berikutnya adalah novel-novel anak kesukaan Mama.

Mama membelinya dengan uang saku sendiri lho.

Jadi, ceritanya, untuk menyemangati Mama dan Mimi berpuasa Ramadhan, Oma dan Opa menjanjikan hadiah Rp. 100,- jika kami berpuasa sehari penuh. Uang itu  boleh ditabung untuk dibelikan apa saja yang kami inginkan ketika naik kelas nanti. Lumayan kan? Karena Mama dan Mimi selalu berpuasa penuh, kami selalu mendapatkan Rp. 3000,- setiap habis Ramadhan. Dan itu berlanjut terus sampai kami lulus SD rasanya...

Selain tabungan Ramadhan, Mama dan Mimi Nila juga tidak ragu-ragu menyisihkan ongkos pulang-pergi ke sekolah. Tidak setiap hari kami naik becak langganan, sesekali kami naik angkot yang ongkosnya cuma Rp. 50,- buat pelajar, atau jalan kaki! Nah, lebih hemat lagi kan. Badan jadi sehat pula!

Uang jajan? Gak punya! Hehehe...
Sebab Oma selalu mengajarkan kami untuk tidak jajan sembarangan. Kalau ada yang Mama atau Mimi inginkan, Oma akan meluangkan waktu ke sekolah, ngintip si abang penjual batagor, comro dan sebagainya, lantas berusaha membuatnya sendiri di rumah. Rasanya mungkin tidak persis sama, tapi lumayan memuaskan buat kami, apalagi Oma sengaja tuh beli plastik yang ukurannya mirip si abang itu, jadi itu batagor Oma masukkan ke plastik, dikasih kuah kacang+kecap, terus kami makan deh tuh langsung dari plastiknya seperti teman-teman yang jajan di sekolah. Kreatif ya Oma?

Anyway, setiap libur Mama dan Mimi akan jalan kaki ke Pasar Palasari di Bandung(Lho, tadi Makassar, sekarang Bandung? Iya, mama masih SD juga tuh,... kami selalu ikut pindah ke mana pun Opa pindah tugas). Di lantai atasnya ada toko buku loak, tapi kondisinya masih bagus-bagus (mama dengar beberapa kali pasar itu kebakaran ya beberapa waktu lalu...sedih juga...). Percayakah kalau harga novel-novel anak masih antara Rp. 250,- sampai Rp.1.700,- ? Gimana mama nggak kalap tuh memborong semuanya?

Hobi membaca ini berlanjut sampai sekarang.
Ke mana pun kami pindah(mulai dari Jayapura, Ujung Pandang, Bandung sampai Jakarta), Opa selalu menyiapkan satu buah peti kayu besaaaarrr sekali berwarna hijau hanya untuk mengamankan koleksi buku Opa+Oma dan buku-buku Mama+Mimi.

Lihat deh koleksi Mama, mulai dari Enyd Blyton, Roald Dahl, Alfred Hitckock, Agatha Christie, sampai Shidney Sheldon (yang ini koleksi mama ketika Kuliah nih).




Dan, psssssttttt.....
Itu baru sebagian saja....masih sebagian  lagi yang gak sempat Mama foto...semua sudah rapi dalam kardus di gudang Oma. Tinggal disusun ketika rak bukunya jadi nanti :-)


Wednesday, January 04, 2012

PAJANGAN MONSTER KARYA PAPA



Kadang Mama senyum sendiri kalau ingat bagaimana kreatifnya Papa kita.

Tidak jarang lho Papa tahu-tahu membuat sesuatu secara spontan, dari kardus bekas, bungkus makanan, dan sebagainya.

Kemarin siang setelah selesai membantu Oma di dapur, Mama menemukan Kira dan Ziya asyik main berdua saja di kamar.

Nah lho, ke mana Papa?

Rupanya di kamar sebelah! 

Ngapain sih, sampai bungkuk-bungkuk begitu?

Pas Mama tanya, Papa nyengir aja!

Uh, pakai rahasia-rahasiaan segala deh...

Ya sudah, Mama perhatikan saja sambil motret sana-sini.

Papa sibuk melakukan sesuatu dengan gunting, selotip, spidol dan gambar monster yang Papa buat di iPad beberapa hari yang lalu.



Ooo,...setelah jadi, baru Mama sadar kalau Papa sedang membuat pajangan! 

Bisaaaa aja Papa terpikir untuk memanfaatkan  potongan kardus yang ketinggalan di ruang tengah setelah Kira, Ziya dan Oma berkarya pagi harinya.



Hihihi....Karya Papa langsung bertengger di atas rak!


CREATIVE FOAM


Oma selalu menyimpan sisa-sisa prakarya yang sering kita mainkan bersama. Termasuk juga potongan-potongan creative foam, kertas lipat, lembar kardus bekas dan sebagainya.




Kemarin Oma, Kira dan Ziya membuat prakarya dengan memanfaatkan sisa-sisa tersebut. Alasnya dibuat dari potongan kardus yang dilapisi kertas HVS.



Lantai rumah Oma langsung penuh dengan warna!



Ini hasilnya!


Kira punya ide untuk membuat dua buah karya.

Ziya bikin lapisan pelangi berbentuk hati.

Kata Ziya dan Kira, karya-karya itu adalah hadiah buat Mama, makanya bentuknya hati...Owww..mama senang sekali! Terima kasih sayang...

Sementara itu, Oma tidak membuat bentuk baru, melainkan memanfaatkan potongan-potongan prakarya Kira dan Ziya dan sisa-sisa yang tidak jadi dipakai. Jadilah sebuah taman hati!

Tuesday, January 03, 2012

PASSPORT BUATAN SENDIRI


Malam itu Papa kelihatan sibuk sekali di dekat rak telepon. Di depannya Kira dan Ziya antri sambil membawa beberapa kertas yang sudah disusun dan distaples.

"Habis itu, yang ini ya, Pa!"  kata Kira.
"Terus yang ini ya, Pa!" kata Ziya.
"Iya..." jawab Papa sambil tetap sibuk menulis dan menggambar.

"Lagi ngapain, Pa?" tanya Mama.
"Bikin passport!"
"?"

Mama jadi penasaran. 

Passport?

Rupanya Kira dan Ziya minta Papa membuatkan passport untuk dimainkan. Lumayan lengkap juga, pakai gambar cap Burung Garuda, nomor seri, nama lengkap, tempat tanggal lahir dan nama negara segala.

Seru banget kayaknya, sampai berlembar-lembar gitu.

Ini beberapa yang sempat Mama abadikan. Sisanya sudah langsung dimainkan dan disimpan di tempat rahasia Kira-Ziya.

Makasih, Pa!





MELUKIS CINCIN


Papa menemukan prakarya kreatif 'pop-art ring' di toko buku. Di dalamnya ada sekitar 12 butir mata cincin bening yang bisa dilukis sendiri, cat keramik, kuas, cincin dan double tape untuk merekatkannya.

Tadi malam kami membuatnya bersam-sama. 

Alhamdulillah Oma masih menyimpan beberapa perlengkapan melukis kita yang dulu. 

Mama menyiapkan koran sebagai alasnya agar lantai rumah Oma aman dari cipratan cat.

Papa tidak kebagian deh. Karena kata Kira-Ziya prakarya ini hanya untuk anak perempuan :-)



Kami bertiga punya gaya berbeda dalam membuat motifnya. 


Sambil menunggu cat kering, kami membaca beberapa buku yang baru dibeli kemarin.

Nah, setelah direkatkan ke cincinnya, bisa ditebak kah mana kreasi Kira, mana kreasi Ziya, mana kreasi Mama?

 








Sunday, January 01, 2012

LENGKAPI GAMBAR INI, BEBASKAN IMAJINASIMU, NAK!


Tadi malam sambil membereskan kertas-kertas dan spidol yang bertebaran di atas meja, mama tiba-tiba punya ide lagi untuk bermain dengan Kira dan Ziya. Hal ini sebetulnya pernah kita mainkan beberapa bulan yang lalu, tapi tetap saja asyik melakukannya lagi dengan ide-ide yang berbeda.

Mama teringat apa yang pernah mama hadapi dulu.

Sebelum memastikan jurusan yang mama pilih untuk UMPTN, mama mengikuti serangkaian psikotes di sebuah lembaga psikologi terapan. Ketika lulus kuliah dan menjalankan interview, mama juga menghadapi beberapa kali psikotes untuk menentukan apakah mama memang tepat bekerja di bidang itu atau tidak. 

Nah, dalam rangkaian tes itu, mama menghadapi selembar kertas yang isinya seru banget. Di dalamnya ada beberapa coretan yang harus mama lengkapi sesuai imajinasi mama saat itu.

Itulah yang mama buat tadi malam. Mama mengguratkan beberapa bentuk sesuka mama, untuk diteruskan oleh Kira dan Ziya. Mama memang tidak bermaksud menilai dari sisi psikologinya, karena mama bukan psikolog. Mama hanya berpikir bahwa ide ini pasti asyik dan seru untuk menggali imajinasi anak-anak Mama-Papa. 

Dan ternyata memang betul! 
Dalam sekejap Kira dan Ziya tenggelam melengkapi gambar-gambar itu.

Hasilnya? Wow! Tidak terduga!





Ini dia hasilnya. Di bagian bawah Mama minta mereka menuliskan judul-judulnya. Ke-12 gambar itu kita tempel di pintu kamar Oma-Opa.



Setelah semua selesai, giliran Kira dan Ziya yang punya ide untuk menantang Mama dan Papa melakukan hal yang sama.

Mama dan Papa tentu menerima tantangan itu dengan excited!

Kira membuat dua lembar coretan yang harus  dilengkapi.  Soal Mama adalah mirror atau kebalikan dari soal Papa.

Ini dia hasilnya. Yang kiri gambar papa, yang kanan gambar Mama.





Sedangkan Ziya punya ide yang berbeda. 

Untuk Mama, Ziya membuat beberapa gambar yang harus mama tuliskan judulnya. Judul-judul itu disebutkan dalam kalimat-kalimat oleh Ziya, Mama mendengarkan dan menuliskan yang mana yang tepat dengan gambar Ziya. Ya semacam listening gitu deh, kata Ziya. Di bagian paling bawahnya Ziya menyiapkan ruang untuk Mama gambari dengan bebas. Mama pun menggambar istana!

Untuk Papa, Ziya membuat coretan seperti yang juga dibuat Kira.

Oh ya, lucu deh, ketika Kira membuat soal gambar itu, kan Mama sedang membereskan meja makan, jadi Papa yang lebih dulu mengerjakannya. Tiba-tiba Kira keluar kamar dan berbisik ke Mama yang sedang pegang kain lap, 
"Ma, Papa kita cerdas banget deh!" Kata Kira.
"Oh ya?" Jawab mama.
"Iya! Lihat aja idenya!"Kira lantas lari lagi ke kamar.

Hihihi, mama jadi senyum sendiri dengernya. Iya dong, Papa kita memang cerdas, itu sebabnya Mama memilih Papa dulu! Owwwwww......
Hidung Papa pasti kembang-kempis saking hepinya kalau mama bisikkan hal itu deh...! :-)



Friday, December 30, 2011

BELAJAR DI RUANG PRAKTEK OPA


Belajar bisa di mana saja. 


Ketika harus segera konsultasi ke dokter karena telinga kiri Kira tiba-tiba sakit, kami ikut Opa ke rumah sakit. Kebetulan sore itu jadwal praktek Opa di poliklinik mata. Maka kesempatan belajar ini tidak disia-siakan Kira dan Ziya. Sambil menunggu kehadiran dokter anak di poliklinik lain, mereka memuaskan rasa ingin tahunya tentang alat-alat kedokteran yang bertebaran di ruangan itu.

Ada keraftometer,  slitlamp dan lensometer.

 








Kira dan Ziya juga punya kesempatan mendengar serunya cerita Tante suster yang bertugas di ruangan Opa.

Alhamdulillah, meski sebentar, kira-ziya jadi kenal satu lagi profesi orang dewasa dengan lebih dekat.

MOZAIK KERTAS LIPAT


Ketika melewati sebuah mading di depan kelas Kira-Ziya, mama melihat karya semacam ini. 

Nah, kebetulan Oma masih punya sangat banyak kertas lipat warna-warni. 

Ada 2 cara melakukannya. 
Satu, dengan membuat pola terlebih dahulu di atas kertas lipat, baru mengguntingnya. 
Dua, langsung menggunting kertas lipat sesuai kreatifitas sendiri. Mama pikir seru juga ya membuat sesuatu yang spontan. Jadi, nggak perlu digambar-gambar lagi, langsung kita bayangkan pola yang mau kita buat sambil mengguntingnya. 

Susah? Awalnya saja, karena belum terbiasa,..selanjutnya, semua berjalan sangat lancar, bahkan kami baru berhenti sampai kombinasi kertas-kertas itu akhirnya habis! :-)


Perlengkapan dan caranya:
  • Siapkan kertas lipat warna-warni. Kalau tidak ada, kalian juga bisa menggunakan kertas paper bag, kertas kado bekas, plastik pembungkus makanan yang bersih atau apa saja, yang penting warna-warni, biar seru!
  • Siapkan juga gunting dan lem.
  • Kami mengombinasikan dulu pasangan kertas yang ingin ditempel nanti. Misal: Biru dan kuning, oranye dan coklat, dan sebagainya.
  • Lipat kertas secara horizontal dan vertikal, lalu gunting membentuk pola. 
  • Lipat lagi kertas secara diagonal, lalu gunting membentuk pola.
  • Buka kertas yang sudah digunting-gunting: kalian akan menemukan pola-pola yang unik dan tak terbayangkan!
Coba deh!

Nah, ini karya kami. Langsung menghias pintu kamar Mimi Nila! Hihihi...
Coba tebak mana 3 buah karya Mama, mana 4 buah karya Ziya dan mana 5 buah karya Kira?







Thursday, December 29, 2011

YUK, MAIN DENGAN MONSTER UNIK, KANCING BAJU DAN ROL TISU !



Liburan di rumah Oma selalu bikin hepi. Kira-Ziya bermain sepuasnya.

Berikut ini adalah prakarya kami. Teman-teman pasti juga bisa melakukannya deh. Mudah, murah dan pasti ada bahan-bahannya di rumah.

1. Monster-monster unik.
Mama terinspirasi dari buku latihan bahasa Inggris Kira-Ziya di sekolah. Pada bab yang mama baca itu, Kira-Ziya sedang belajar mengenal bagian-bagian tubuh. Kenapa monster? Karena tokoh itu bisa dibuat lucu dan macam-macam sekreatif kita. 

Caranya:  
  • Dimainkan oleh 3 orang. Ketiganya tidak boleh melihat karya orang sebelumnya.
  • Ambil kertas HVS, lipat menjadi 3 bagian. 
  • Orang pertama menggambar kepala monster di bagian paling atas (dalam kondisi tetap terlipat). Lebihkan sedikit bagian lehernya ke bagian kedua. Lalu lipat ke dalam bagian pertama tadi.
  • Orang kedua menggambar badan dan tangan monster di bagian kedua yang masih kosong. Bagian pertama dan ketiga tetap terlipat ke belakang. Lebihkan sedikit bagian badannya sehingga terlihat di bagian ketiga. Lipat sedemikian rupa agar bagian pertama dan kedua tidak terlihat.
  • Orang ketiga menggambar kaki monster di bagian ketiga yang masih kosong. Bagian pertama dan kedua dalam kondisi terlipat ke belakang.
  • Terakhir, buka kertas dengan sempurna. Simsalabim! Jadilah monster unik buatan kita bertiga!
Kira-Ziya gak cuma bermain dengan mama, tapi juga Mimi Nila, Oma dan Opa!Hasilnya seru dan lucu-lucu, ada wajah grumpy dan kaki aneh buatan opa, wajah lucu buatan mimi, tangan banyak buatan oma dan badan gelombang buatan mama! Kira-Ziya yang memberi nama masing-masing monster itu :-)


2. Teropong bintang dan jembatan gantung dari rol tisu

Ini Ide Oma-Kira dan Ziya. 

Caranya:
  • Siapkan banyak rol tisu, cat poster+kuasnya, stik (tusuk sate atau sumpit), benang tebal, selotip dan kardus lebar bekas untuk alasnya.
  • Buat kreasi sesuai keinginan. Kira, Ziya dan Oma merangkai rol-rol tisu itu menjadi teropong bintang dan jembatan gantung.
  • Tempelkan dengan selotip (teropong bintang) dan rangkai dengan benang (untuk jembatan gantung).
  • Agar karya-karya tersebut bisa berdiri, selipkan sumpit ke sela-sela kardus, lalu masukkan rol-rol tisu yang sudah dirangkai.
  • Lukis rol tisu  dan kardus alasnya dengan cat poster.
  • Jadi deh!
3.Gelang dan kalung dari kancing baju

Ini juga ide Oma-Ziya-Kira.

Caranya:
  • Siapkan kancing-kancing baju berbentuk jamur, benang karet, jarum dan gunting. (Jangan lupa minta ditemani oma, mama atau kakak ya agar aman dalam menggunakan alat-alat bantu ini)
  • Buat perhiasan gelang dan kalung sesuai keinginan dan kombinasi warna favoritmu.
  • Kira-Ziya membuatkan prakarya ini sebagai hadiah buat mama! Owwww..so sweet....:-) Makasih cintakuuuuwww.....
  • Boks perhiasannya juga buatan sendiri lho, dari kardus kecil bekas yang dibungkus kertas kado.
Cantik kan!






Friday, December 03, 2010

KARENA WAKTU YANG KITA MILIKI BEGITU BERHARGA

Oleh Indah IP



               Assalamu’alaikum Wr. Wb, menjumpai Anak-anakku yang sholihah...

               Saat Mama menulis surat ini kalian sedang lelap tidur.

              Lama Mama amati wajah cantik kalian. Dua pasang mata yang terkatup itu adalah energi yang menyinari Mama dengan warna-warni pelangi setiap hari. Dua bibir yang mungil itu adalah lengkung ajaib yang tak henti menghujani Mama dengan cium sayang dan “I love you” setiap waktu. Hmm, mama rindu sekali memeluk kalian...

              Tahukah, Nak, malam ini Mama bahagia. Sebab akhirnya rumah kita kembali heboh, berantakan dan ramai seperti kapal pecah! Hehehe.

              Ya, tadi kita berhasil membuat prakarya lagi setelah sekian lama tak sempat. Bukan hanya pernak-pernik, gunting, lem, spidol, aneka plastik dan kertas lipat yang berhamburan di mana-mana, tapi juga canda dan tawa ceria kita semua! Apalagi Papa ikut berpartisipasi meski masih capek sepulang dinas dari luar kota. Mama yakin kalian merasakan yang sama. Sambil berkarya, Mama lihat pipi kalian bersemu merah karena semangat dan bibir kalian tak henti bernyanyi. Asyik sekali.

              Bagi Mama, Nak, kebersamaan ini tiada duanya. Waktu yang sepertinya sebentar itu ternyata besar efeknya. Bagai obat bagi kegalauan hati Mama beberapa waktu terakhir.

              Sudah sejak kemarin-kemarin kalian minta ditemani main dan membuat prakarya. Namun entahlah, Mama selalu punya seribu satu alasan. “Habis ini ya, Sayang, belum selesai masak nih..” Atau, “Kalian menggambar duluan deh, nanti Mama menyusul begitu selesai jemur pakaian”. Yang lebih parah lagi, Mama malah sering minta kalian memaklumi kesibukan Mama sebab menurut Mama kalian sudah cukup besar dan mandiri. Ck, ck, ck. Bisa ditebak akhirnya kalian kecewa, begitu juga Mama. Janji-janji itu tak kunjung mampu ditepati. Kalaupun sempat, waktunya sempit sekali. Yang ada setelah semua urusan rumah tangga selesai, kalian sudah ketiduran duluan atau malah sudah terlanjur bosan bermain sendiri. Sedangkan Mama, sudah pula kecapekan dan mengantuk. Astaghfirullahaladzhiim..

              Duh, kenapa ya, sejak kepindahan kita ke tanah air waktu terasa cepat berlari. Jika dulu di Kuala Lumpur Mama punya cukup waktu untuk bermain, di sini waktu Mama tahu-tahu sudah habis saja untuk beres-beres, masak, mencuci dan sebagainya. Tentu tak bisa kita hindari kalau hidup terus berputar, berubah dan berkembang. Kini kalian sudah pula mulai sekolah dan berinteraksi dengan banyak hal di luar rumah. Sementara itu aktifitas Mama berbanding lurus juga, semakin sibuk di rumah. Maklum, kita memang tidak memiliki suri rumah atau asisten. Jadi semua dikerjakan sendiri. Sehingga waktu hampir selalu terasa kurang.

              Sejak kita pindah, setiap hari, Nak, Mama belajar jatuh-bangun memenej waktu dengan benar. Dan kelihatannya sampai sekarang lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. Payah ya? Tak mudah memang melakukannya, kadang bikin Mama berurai air mata juga. Tapi Nak, kalian pasti sudah sangat mengenal Mama ya, sehingga tahu bahwa Mama bukan orang yang gampang menyerah. Percayalah, Mama masih terus berjuang mengaturnya semampu Mama. Benar kata orang bijak bahwa waktu adalah pencuri yang ulung. Tahu-tahu 24 jam terasa tak cukup.

              Malam-malam seperti ini, Nak, adalah kesempatan Mama untuk merenung dan introspeksi diri.

              Sudahkan Mama bersyukur untuk semua rahmat dan hidayah-Nya selama ini?

              Sudahkah Mama memanfaatkan dan memenuhi waktu dengan hal-hal yang baik sepanjang hari?

              Sudahkah Mama tunaikan kewajiban dan penuhi hak-hak Papa juga hak-hak kalian?

              Ya Allah, setiap kali bercermin Mama temukan ketaksempurnaan di mana-mana. Begitu banyak kekhilafan dan kesalahan yang telah terlanjur terjadi. Begitu banyak hal yang musti ditambal dan dibenahi.

              Di depan Mama sekarang, Nak, tergeletak sebuah buku. Judulnya, “Saat Berharga untuk Anak Kita”. Ditulis oleh Mohammad Fauzil Adhim, seorang pakar di bidang parenting yang namanya sudah tidak asing lagi karena buku-bukunya yang bestseller. Sudah berminggu-minggu Mama menentengnya ke mana-mana. Mama bahkan sudah menuliskan sedikit komentar mengenainya di http://www.goodreads.com/book/show/7802795-saat-berharga-untuk-anak-kita. Kalian pasti ingin tahu, kenapa tiba-tiba Mama cerita tentang buku ini kan?

              Bagi Mama buku ini adalah harta karun, Nak. Buku  parenting terbaik yang pernah mama miliki. Mama bersyukur menemukannya di sebuah toko buku waktu itu. Pertemuan Mama dengan buku istimewa ini pastilah bagian dari rencana-Nya ya?

              Sejak membuka halaman awal saja mama sudah banjir air mata berderai-derai. Isinya indah, begitu sarat perenungan. Hingga tuntas dibaca, rasanya ada yang berubah. Hati Mama tak lagi sama seperti sebelumnya.

              Mama jadi lebih banyak bersyukur. Yang paling penting, Mama jadi lebih kuat lagi termotivasi untuk memperbaiki diri.

              Ya Allah, sungguh Hamba takut menjadi orang yang merugi. Ya Allah mohon petunjuk-Mu, Hamba takut tak mampu menjaga dan mengemban amanah yang telah Engkau titipkan.

              Setelah membaca buku itu Mama jadi lebih bertekad untuk belajar memenej waktu sebaik-baiknya.

              Kenapa? Sebab Mama tak ingin terlambat. Sebentar saja kalian sudah besar. Apa yang telah Mama bekalkan untuk mengisi ruang-ruang di hati kalian? Betapa sedikit yang ternyata sudah Mama lakukan. Betapa sebentar waktu yang kita miliki dan betapa ruginya Mama jika tidak bisa memanfaatkannya dengan baik bersama kalian.

              Mama ingin punya lebih banyak waktu bersama kalian. Baik kuantitas maupun kualitas.

              Maka Mama pun mencoba mengatur strategi. Beberapa minggu terakhir, Mama mulai membenahi banyak hal. Dan satu per satu mulai terlihat hasilnya meski masih sangat jauh dari sempurna.

               Jika tak mampu menyetrika segunung baju dari jemuran, sekarang Mama menemukan solusinya. Mama memasukkannya ke jasa setrika kiloan yang punya harga terjangkau. Dan ternyata Mama jadi terbantu sekali. Karena sekarang Mama jadi bisa fokus ke beberapa hal saja, mencuci, menjemur, lantas menyetrika baju-baju seragam sekolah, seragam kantor Papa dan beberapa baju yang urgent dipakai saja.

              Untuk memasak, Mama menyiapkan bahan-bahannya jauh-jauh hari. Menyiang sayuran dan mempersiapkan menu setiap hari memakan waktu yang tidak sedikit. Untuk itu Mama juga sudah menemukan solusinya. Mama bangun jam tiga pagi setiap hari. Saat itulah mama membuat sarapan, menyiang sayur, mengeluarkan lauk dari freezer, menyiapkan seragam, membantu kalian membersihkan diri, membereskan rumah dan sekaligus menyiapkan bekal. Kita jadi bisa berangkat menuju sekolah lebih pagi dari sebelumnya. Jika dulu Papa berangkat sendiri naik angkot, sekarang Papa bisa berangkat bersama kita. Setelah menurunkan Papa di perhentian bis kantor, barulah Mama mengantar kalian ke sekolah. Jadi setiap pagi kita berempat punya lebih banyak waktu bersama-sama sebelum beraktifitas. Alhamdulillah..

              Sampai di sekolah, jika dulu kalian langsung turun menuju gerbang, sekarang kita masih punya cukup waktu untuk mengaji. Sehingga dua atau tiga halaman buku ngaji kalian terbaca juga setiap pagi. Bukan cuma kalian yang punya lebih banyak waktu untuk mengaji lho, Mama juga belajar mengaji. Dua kali seminggu selama satu jam di masjid seberang sekolah.

              Jika pada hari Jum’at Mama biasa membaca buku sambil menunggu kalian pulang (sebab waktunya terlalu singkat untuk kembali ke rumah), sekarang mama menemukan tempat yang menyejukkan. Mama mengisi waktu dengan hadir di pengajian tak jauh dari sekolah kalian. Hati Mama jadi lebih segar dan penuh.

              Jika dulu Mama sering mulai memasak sepulang kalian sekolah, sekarang Mama usahakan memasak saat kalian berada di sekolah. Untuk mempersingkat waktu, Mama memilih menu-menu praktis yang mudah tapi tetap masuk dalam daftar favorit kalian. Jadi semua diusahakan selesai sebelum menjemput kalian lagi.

              Kenapa harus begitu? Karena Mama ingin punya waktu lebih banyak bersama kalian sepulang sekolah. Mama menikmati saat menemani kalian tidur siang. Kita bisa membaca beberapa buku yang kalian pilih sendiri dari perpustakaan di rumah kita. Ketika kalian istirahat, Mama sekalian ikut istirahat. Saat sore Papa pulang dari kantor, Papa akan mengambil alih waktu bermain bersama kalian. Gelitik-gelitik, loncat-loncatan, menggambar, belajar berhitung, membaca dan sebagainya, adalah kegiatan yang selalu asyik mama dengar keceriaannya sambil sibuk di dapur. Saat itulah Mama bisa sedikit lebih lama di ruang jemur. Lantas sebelum tidur malam, kita kembali akan membaca dongeng dan kisah dari buku-buku pilihan kalian sampai lelap tertidur.

              Duhai Nak, sambil sekali lagi menatap wajah bening kalian yang lelap tertidur, Mama merenung. Sudahkah maksimal apa yang telah Mama upayakan akhir-akhir ini untuk memenej waktu dengan baik? Mungkin belum ya. Tapi semoga kalian tahu bahwa Mama akan terus berjuang samampu Mama.

              Mama syukuri setiap detik berharga yang berhasil Mama kumpulkan dan habiskan bersama kalian.

              Mama syukuri seluruh waktu yang kita lewati kemarin dan yang kita miliki kini.

              Semoga kalian maafkan segala ketaksempurnaan Mama ya. Maafkan mata Mama yang terlalu sering melotot saat menurut Mama kalian melakukan kesalahan. Maafkan bibir Mama yang terlalu sering mengucap janji, meminta permakluman dan mengucapkan kata-kata yang melukai atau menyedihkan hati kalian saat menegur. Maafkan Mama yang belum mampu membekali, membimbing dan mengisi ruang-ruang hati kalian dengan semestinya.

              Besok adalah hari baru. Doa Mama lafadzkan sebanyak-banyaknya. Harapan dan mimpi Mama gantungkan setinggi-tingginya.

              Tak sabar Mama menanti pagi, Anak-anakku. Tak sabar Mama memeluk dan mencium pipi kalian. Tak sabar Mama tatap mata kalian, dengar suara kalian. Tak sabar Mama taklukkan waktu dan habiskan sebanyak-banyaknya saat berharga bersama kalian.

              Ingin Mama bisikkan betapa Mama mencintai kalian karena-Nya.

              Ya, Mama mencintai kalian karena-Nya.



Wassalam,

Mama



------------------------------------------------

Kisah ini untuk diikutsertakan dalam Lomba Kisah Menggugah Pro-U Media 2010 di http://proumedia.blogspot.com/2010/10/lomba-kisah-pendek-menggugah-pro-u.html

Thursday, June 10, 2010


Nggak perlu bingung nyari ide untuk mempersiapkan Ramadan tahun ini dengan ananda tercinta!


Check this out!

Judul: Happy Ramadan with Kids - Pernak Pernik Mendekatkan Keluarga dengan Bulan Suci

No. ISBN: 9786029690903
Penulis: Gita Lovusa, dkk
Penerbit: Pena Lectura
Tgl Terbit: Juni 2010
Jumlah halaman: 242 hlm

Harga: 45.000 (blm termasuk ongkos kirim, harga buku disc. 20% sampai tgl 12 Juni 2010)
Pemesanan: via email ke gita19@gmail.com dng menyertakan nama, alamat, no telp serta jumlah buku yang dipesan atau sms ke Gita Lovusa 085228711056. Pembayaran ke rekening BCA 1080627340 an Gita Aryana atau BNI 136155122 an Gita Aryana



Sinopsis:
Saat menutup buku, saya menjadi termenung dan berpikir. Putri kecil saya, Cha Cha, sudah berusia dua tahun. Apa yang bisa saya lakukan untuk mengenalkannya pada bulan suci ini? Mengenalkannya dengan cara yang menyenangkan untuk anak-anak seusianya.

Buku ini menyajikan pengalaman-pengalaman menarik dan berhikmah dari para orangtua dalam mengenalkan bulan Ramadan kepada buah hati mereka, baik mereka yang bermukim di dalam maupun di luar negeri. Beragam siasat kreatif untuk anak juga dikreasikan di sini, mulai dari permainan-permainan, hingga keterampilan membuat prakarya seperti lampion ketupat, maket masjid dari karton, dan sebagainya.

Tak hanya itu, buku ini juga dilengkapi dengan resep-resep masakan yang mudah dan lezat yang dapat dibuat bersama dengan buah hati.

Keduapuluhsatu kisah seru Ramadan yang bergizi, cerdas, dan inspiratif ini ditulis oleh Gita Lovusa, Yudith Fabiola, Erinda, Arikunto, Lia Barra, Ifa Avianty, Indah IP, Mamiek Syamil, Haya Aliya Zaki, Dina Y. Sulaeman, Fetry Z., Dian Mardi Safitri, Ellyza Dian Satriana, Shanti Saptaning, Eka Natassa, Aan Wulandari, Rosita Sihombing, Saptawati Meina dan Vienna Alifa.


Tak perlu berpikir dua kali untuk menjadikan buku ini sebagai teman Anda dalam menjadikan Ramadan sebagai momen terbaik bagi keluarga.



Hadiri juga peluncurannya di:

TB Leksika - Lenteng Agung
Jl. Raya Lenteng Agung No. 101, Jakarta Selatan 12610

Minggu, 27 Juni 2010, pukul 10.00-12.00


Bersama Nesia Andriana Arif (penulis buku Dengan Pujian, bukan Kemarahan--pengamat pendidikan anak)

Dihadiri juga oleh Gita Lovusa, Dian Mardi Safitri dan Haya Aliya Zaki; tiga dari sembilanbelas penulis yang ikut meramaikan buku Happy Ramadan with Kids.


Ditunggu kehadirannya, ya!

Acara: ngobrol tentang parenting, kegiatan menarik untuk mengisi Ramadan bersama anak, seputar kepenulisan dan buku indie. Ada juga acara Celoteh Anak, acara khusus untuk anak-anak yang akan dipandu guru TK yang manis dan ceria, Yunie Zalabella. Diskusi interaktif yang akan dipandu oleh Wisye Gazali dan ada doorprize berupa buku-buku parenting terbitan Serambi dan buku Happy Ramadan with Kids.

GRATIS lho! Bagi yang ingin hadir bisa mendaftarkan namanya melalui:

1. Nataya Rizani: nat_riz@yahoo.com / 081386577775
2. Gita Lovusa: gita19@gmail.com / 085228711056
3. Dian Mardi Safitri: dianne_ms@yahoo.com / 081905432200

Bunga-Bunga Cantik Sepanjang Liburan Masih ingat ya, dengan cerita mama tentang bunga-bunga cantik di sini Nah, ini beberapa pohon d...